Saturday, April 25, 2020

CORONA JADI AJANG KOMPETISI

Covid-19, Coronavirus, Epidemi, Infeksi, Pemeriksaan






Corona atau dalam bahasa biologisnya sering disebut dengan COVID-19 merupakan sebuah virus yang kian mematikan bagi manusia dan hewan. Jenis virus ini pertama kali ditemukan di negeri tirai bambu atau china tepatnya berada dikota wuhan,china pada tahun 2019. Menurut para dokter virus ini berasal dari hewan berbisa dan juga hewan yang berbisa yang sifatnya merayap.


Jenis virus ini jika diteliti secara Laboratorium akan memiliki kesamaan Dengan penyakit SARS  yang  ada pada tahun sebelumnya , yang mana pada prinsipya jenis penyakit ini tidak ada ditemukan vaksin atau obatnya sehingga menjadi pandemi bagi  manusia. Jenis virus ini sifatnya mudah menyebar dan akan mati jika terkena sinar matahari. Untuk mencegah virus ini banyak hal yang dapat dilakukan seperti; mencuci tangan dengan menggunakan sabun , menggunakan masker disaat beraktivitas diluar rumah , menjaga kebersihan diri dan juga kebersihan lingkungan, menjauhi orang yang positif terkena Covid-19,  berjemur diterik matahari , mengonsumsi makanan bergiji , banyak minum air hangat, dll. Hal itu merupakan langkah pencegahan sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit virus Covid-19 ini.


Akan tetapi disamping upaya pencegahan yang harus dilakukan, dunia juga tidak diam dengan hal itu.Banyak sudah negara-negara yang menjadi  korban pandemi  Covid-19 ini dan banyak  yang menjadi korban jiwa atas pademi ini. Pecegahan bukanlah seutuhnya memusnahkan virus semacam ini. Untuk itu dibutuhkan sebuah vaksin yang memang betul-betul mampu mengobati untuk menyembuhkan penyakit ini.  Secara tidak sadar kita telah menyaksikan sebuah ajang kompetisi  bergengsi  dalam mencari vaksin virus corona ini.

Ajang kompetisi ini berawal setelah menjadi pandemi bagi banyak negara yang sudah terjangkit dan terdeteksi positif corona.  Hal yang paling menonjol dalam permasalahan pandemi  ini yaitu jumah korban yang statusnya positif melewati batas dari pemikiran kita. Dari hal tersebutlah yang membuat banyak negara yang ada didunia ini terkhususnya yang sudah positif terdapat orang yang terjangkit oleh virus covid-19 untuk menciptakan sebuah vaksin untuk mengobati orang yang positif terkena corona.


Kompetisi ini dilakukan secara tidak terperintah oleh siapapun dan negara mana pun untuk mengikuti ajang kompetisi ini. Ajang ini cukup jenius keberadaannya untuk diperlombakan hanya saja kompetisi ini terlalu berbahaya bagi manusia untuk mengikutinya. Disetiap negara yang sudah terkena Covid-19 mengandalkan para dokter, perawat, tenaga medis lainnya, serta para ilmuwan sebagai garda terdepan untuk menyelesaikan pandemi Covid-19 ini. Banyak para ilmuwan dari tiap negara yang positif terjangkit  Covid-19 mencoba mencari tahu dan menciptakan sebuah vaksin yang berfungsi untuk mengatasi permasalahan pada pandemi ini.


Untuk melakukan ajang bergengsi ini dibutuhkan kesportifan dalam menyelenggarakan kegiatan ini , karena barang siapa yang telah mampu menciptakan vaksin ini serta vaksin tersebut memang benar-benar ampuh mampu memusnahkan virus ini maka secara otomatis dari  dunia internasional akan mendapatkan penghargaan dari organisasi kesehatan dunia(WHO) baik itu berupa penghargaan maupun berupa  materi  yang cukup untuk menjamin kehidupan sipeneliti tersebut. Dengan demikian siapapun orangnya dan dari negara manapun yang mampu menciptakan vaksin covid-19 itu besar harapan kita untuk mensyukuri hal itu dan juga tetap mendoakan supaya penyakit ini cepat berlabuh  dari muka bumi. Dan orang yang telah berhasil menciptakan vaksin tersebut dia dan negaranya lah yang menjadi pemenang dalam ajang kompetisi bergengsi ini. Dan ingatlah saudara-saudaraku untuk tetap  meminta permohonan kepada sang pencipta supaya covid-19  ini cepat berlalu dari dunia ini serta jangan lupa untuk saling bahu-membahu dalam menyelesaikan masalah ini.

No comments:

Post a Comment

MANUSIA, LINGKUNGAN DAN MASA DEPAN

Manusia merupakan makhluk sosial yang berarti saling membutuhkan baik itu sesama makhluk hidup maupun benda matipun sekalipun. Kebiasaan kit...