Friday, May 1, 2020

PUISI : KEHADIRANKU,KELUHANKU.


Capung, Sayap, Serangga, Alam, Makhluk, Cabang, Ranting

Tak terasa,
Usiaku sudah tua; “BUMI”.
Silih berganti telah berlalu.
Roda bumiku berputar begitu  cepat
Tak sadar aku mulai hilang dari bumiku.


Ditengah panas terik matahari,
Dibawah naungan hujan deras,
Ditengah badai bumi menerjang segala isinya,
Aku masih berusaha tuk berjuang.
Wajahku masih kuperlihatkan padamu
Tapi aku mulai lemah dan tak berdaya lagi.
Keberadaanku bagaikan parasit bagimu
Entah kemana aku harus mengadu
Pada siapa aku memohon pertolongan.

Andai waktu dapat kuputar kembali
Andai siang jadi dini hari,
Mungkin aku akan meminta untuk tidak diciptakan.
Meminta untuk tidak dilahirkan lagi.

Aku sadar

Kehadiranku bagaikan boneka hidup dihadapanmu,
Parasit bagi kehidupanmu.
Aku tercipta bukan pelengkap lagi
Spesiesku bagaikan kain kotor dihadapanmu.
Mungkin menyerah harus jadi pilihanku,
Pasrah diri itu mungkin akan terjadi.

Lambat laun kamu akan merindukanku,
Kan mencariku sampai keujung dunia.
Menangisi kepergianku tuk selamanya
Mungkin kau belum sadar akan hal itu
Kau masih memikirkan egomu.
Perilakumu menyesatkan jiwa dan pikiranmu,
Namun kau tetap tidak salah untuk itu.
Jika aku harus berujung luka,
Satu pintaku tuk kau ingat
Aku ada karena kuasa-Nya.
Hendaklah aku binasa dari bumi ini
karna kuasanya juga.
Bila aku menghilang jauh entah kemana perginya
Pintaku, jaga dirimu dan saudaraku lainnya
Karna aku dan kau ciptaan-Nya yang mulia.

Sungguh aku rindu kasih sayangmu.


bye: YURUGAWA-KIT






MANUSIA, LINGKUNGAN DAN MASA DEPAN

Manusia merupakan makhluk sosial yang berarti saling membutuhkan baik itu sesama makhluk hidup maupun benda matipun sekalipun. Kebiasaan kit...